Sabtu, 02 Mei 2015

KONGREGASI “PARA SAUDARI PERAWAN MARIA DARI GUNUNG KARMEL”

(12 April 1985 – 12 April 2015)

Kongregasi “Para Saudari Perawan Maria dari Gunung Karmel” atau Hermanas de la Virgen María del Monte Carmelo disingkat Hermanas Carmelitas (H.Carm), selanjutnya disebut Suster Karmelitas, telah 30 tahun hadir di Indonesia. Pada masa rahmat ini, sekaligus merayakan Tahun Hidup Bakti para Suster mau berbagi kekayaan panggilan sebagai seorang Karmelit.

Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel
Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel
    1. Biarawati  Kontemplatif  Apostolik  dalam  Karmel
    Kongregasi lahir pada akhir abad XIX, tepatnya tanggal 6 Maret 1891 di Caudete Spanyol, di bawah naungan Ordo Karmel. Pengaruh Ordo Karmel terhadap berdirinya Kongregasi sangat besar. Pada abad XIX Karmel di Spanyol mengalami masa eksklaustrasi dan restaurasi. Pada situasi seperti inilah Kongregasi lahir.

    Secara singkat perkembangan hidup dalam Karmel sbb: 
    Abad XII         : Kontemplatif Eremit yaitu pertapa awam
    Abad XIII-XV  : Kontemplatif Apostolik yaitu imam dan biarawan,  
    Abad XV       : Kontemplatif Klausura  yaitu biarawati pertapa dan Karmelit sekular
    Abad XIX        : Kontemplatif Apostolik yaitu  biarawati/suster-suster. 

    Selanjutnya sejak abad pertengahan hingga abad XIX, Ordo Karmel terdiri atas para biarawan, yang dipandang sebagai Ordo Pertama; para rubiah klausura, yang dinamakan Ordo Kedua; dan sebutan Ordo Ketiga terdiri dari orang-orang awam yang menghayati spiritualitas Karmel dan hidup di tengah keluarga, di lingkungan kerja dan di masyarakat.

    Pada akhir abad XIX muncul bentuk baru hidup religius karmelit perempuan: Karmelit Ordo Ketiga yaitu lahirnya Kongregasi PARA SAUDARI PERAWAN MARIA DARI GUNUNG KARMEL yang hidup bersama dan memiliki peraturan hidup.

    Kapel  St.Josef di Caudete Spanyol, tempat kaul para Suster Pendiri
    Kapel  St.Josef di Caudete Spanyol, tempat kaul para Suster Pendiri
    2. Sejarah singkat lahirnya Kongregasi
    Di atas telah disebutkan tanggal dan tempat kelahiran Kongregasi. Para pioner Kongregasi adalah 8 pemudi. Sebelumnya mereka telah menjadi anggota dari Kongregasi baru yang belum mendapat pengesahan Keuskupan yaitu Carmelitas dari Alcantarilla. Kongregasi ini memiliki satu komunitas lainnya di Caudete, digunakan sebagai Rumah Sakit untuk melayani umat yang paling miskin. Keterlambatan dari Uskup Cartagena untuk memberikan pengesahan Keuskupan kepada institut yang baru ini sebagai institusi religius, menyebabkan ketidakpastian bagi para suster, mereka tidak dapat memulai masa Novisiat kanoniknya. 

    Delapan orang pemudi tersebut memutuskan mundur dari institut tersebut. Selanjutnya para Pastor Karmelit dari komunitas Caudete yang telah kembali ke biara “Santo Yosef” pada tahun 1888 menerima dan memberikan orientasi panggilan terhadap 8 pemudi ini. Rm. Salvador Barri, O.Carm, terinspirasi untuk memulai bentuk kontemplatif apostolik bagi suster dalam Karmel (Ordo Ketiga Karmel Regular), mengungkapkannya kepada Prior

    Komunitas Caudete Rm. Cirilo Font, O.Carm. Kemudian Prior menyampaikannya kepada Romo Provinsial Ordo Karmel Rm. Anastasio Borras, O.Carm dan Uskup Orihuela,  Don Juan Maura Gelabert. 


    Selanjutnya Rm. Cirilo Font, O.Carm menjadi Magister novis dan pendamping rohani para suster. Pada tanggal 6 Maret 1891 para Suster mengenakan jubah Karmel, sejak saat itulah di dalam Gereja, dari tubuh Ordo Karmel lahir Kongregasi  PARA SAUDARI PERAWAN MARIA DARI GUNUNG KARMEL.
    .
    Rm.Cirilo Font,O.Crm 
    Rm.Cirilo Font, O.Carm
    Pada tanggal 13 Maret 1892 para Suster mengucapkan kaul-kaulnya di Gereja Karmel Biara St. Yosef, Caudete kepada Pemimpin Jenderal Ordo Karmel Rm. Luís Maria Galli O.Carm; di tangan Prior Caudete Rm. Cirilo Font, O.Carm; dengan persetujuan Rm. Provinsial Ordo Karmel di Spanyol Rm. Anastasio Borras, O.Carm dan Bapa Uskup dari Keuskupan Orihuela, Don Juan Maura Gelabert. Selanjutnya pada tanggal 4 April 1950 Kongregasi mendapat pengesahan Kepausan.

    Uskup Don Juan Maura Gelabert

    Uskup Don Juan Maura Gelabert
    Suster Elisea Oliver Molina adalah salah seorang dari delapan tiang pendiri, memiliki kepribadian yang kaya dan teguh, karena didasari oleh pengalaman rohani yang mendalam akan Allah, dan karisma untuk membimbing, memimpin, menyemangati; maka dianggap menjadi Ibu sekaligus Guru Rohani. 

    Buah dari panggilan kedelapan Suster pioner adalah perkembangan Kongregasi mulai dari Spanyol, menyebar ke Italia, Portugal, Puerto Rico, Republica Dominicana, Peru, Rwanda, Timor Timur dan Indonesia.

    Ordo Karmel pada dasarnya adalah pendiri Kongregasi. Sebagai bagian dari Ordo Para Saudara Perawan Maria dari Gunung Karmel, maka para suster sejak semula tetap memelihara nilai-nilai hakiki Karisma Karmel: Doa, Persaudaraan dan Pelayanan Kenabian yang unsur dinamisnya disatukan oleh dimensi kontemplatif. 

    Demikian juga Spiritualitas Elia-Maria dan Regula Karmel, sebagai warisan otentik bersama yang harus dipelihara dan diperkaya (Konst. Art.3). Misi para Suster sebagai Karmelit adalah mencari dan menghayati di dunia ini kehadiran Allah yang hidup dan benar serta membantu manusia untuk menemukanNya dan menjalin hubungan  dengan Allah melalui kesaksian hidup kontemplatif, persaudaraan, kesederhanaan, hidup keras, solider, kegiatan kerasulan serta mewujudkan pelayanan tujuh diakonia Karmel yang berinspirasi pada  Perawan Maria dan Nabi Elia (Konst. Art.4).
    Suster Elisea Oliver Molina
    Suster Elisea Oliver Molina
    3. Kehadiran Para Suster Karmelitas di Indonesia
    Kehadiran Para Suster Karmelitas di Indonesia bermula pada tahun 1952 ketika Msgr. Antonius Evaritus Johanes Albers, O.Carm Uskup Malang, datang ke Spanyol untuk mengikuti Kongres Ekaristi di Barcelona, pada saat itu beliau berkunjung ke Klinik Platón di Barcelona dan meminta agar para Suster mendirikan komunitas di Malang Indonesia. Dalam perjalanan waktu, kehadiran Karmelitas di Malang terwujud, sesudah Para suster yang telah lebih dahulu hadir di Bobonaro Timor-Timur pada tahun 1974, dapat mengembangkan sayapnya ke Malang berkat bantuan dari para Romo Karmel yang berada di Malang.

    Beberapa peristiwa yang menjadi awal kehadiran Suster Karmelitas di Malang Indonesia yaitu : pertemuan di Bali pada tahun 1983 antara Sr. Aurora Reyes Pagán, H.Carm dengan Rm. Martinus Sarko Dipoyudo, O.Carm mantan Komisaris Pribumi Pertama Ordo Karmel. 

    Prior Jenderal Ordo Karmel Rm. John Malley,O.Carm menginformasikan kepada Konsiliarius Jenderal Asia Afrika Rm. Petrus Go Twan An,O.Carm yang saat itu menjadi Vikjen Keuskupan Malang, tentang keberadaan Para Suster Karmelitas di Timor Timur, kemudian pada tanggal 28 Mei tahun 1983 beliau mengunjungi para Suster di Dili. Selanjutnya Uskup Malang Mgr. Franciscus Xaverius Sudartanto Hadisumarta, O.Carm mengunjungi pula para Suster di Dili pada tahun 1984.

    Para Romo Karmel di Malang membantu mencarikan rumah di Jl. Sindoro 5 Malang, disewa dari Ny. Jasa Krishtina, keluarga Bapak Fred Dewanto T.O.C. Semua urusan dan pembuatan surat perjanjian sewa menyewa rumah tersebut dibantu oleh Rm. Fredericus Kasmono Purwoadisasmito, O.Carm. 

    Buah dari penyelenggaran ilahi melalui kemurahan hati para Romo Karmel diatas adalah pada tanggal 12 April 1985, para Suster Karmelitas hadir di Malang pada masa kepemimpinan Provinsial Ordo Karmel, Rm. Sixtus Caturyanta Pujadarma, O.Carm. 

    Para Suster pertama adalah Sr.Francisca Rubio Fernández, Sr. Aurora Reyes Pagán, Sr. Mª del Carmen Martinez Argüello, Sr. Brandolinda da Costa, Sr. Palmira Babo,  dan Sr. Romana de Lima Maia. 

    Selanjutnya para Romo Karmel selalu membantu para Suster juga pada saat proses pencarian, pembelian rumah di Jl.Rinjani No. 24, melalui Rm. MAB van Wessum Prokurator Ordo Karmel yang membantu segalanya bahkan beliau menjadi Ketua Panitia Pembangunan untuk perbaikan dan penambahan bangunan rumah di Jl. Rinjani tersebut.



    Rahmat panggilan berkembang pesat melalui kehadiran para pemudi dari berbagai daerah di Indonesia yang terpanggil untuk menjadi seorang Karmelit. Tahap-tahap pembinaan para calon sbb: Pembinaan Awal terdiri dari Masa Aspiran 6 bulan – 1 tahun, Masa Postulan 4 bulan – 2 tahun, Masa Novisiat 2 tahun, Masa Yuniorat 6 tahun; dilanjutkan Pembinaan Berkelanjutan (On Going Formation). Para Suster berkarya dibidang Pendidikan Formal dan informal, Sosial, Kesehatan, Pelayanan Spiritual, terbuka pada segala kebutuhan dan kegiatan parokial dalam Gereja lokal dan masrayakat setempat.

    Saat ini telah banyak para suster dari Indonesia yang menjadi misionaris ke berbagai negara yaitu ke Spanyol, Italia, Puerto Rico-Amerika Serikat, Peru-Amerika Latin dan Timor Timur. Para Suster percaya pada penyelenggaraan Ilahi, yang mengutus para pemudi untuk melayani di ladang Tuhan sebagai Karmelit.



    Sampai saat ini, dalam kesederhanaan seorang Karmelit para Suster dipanggil untuk mengalami Allah dan membantu sesama bertemu Allah, mewujudkan persaudaraan serta dipanggil untuk menjadi tanda kenabian bagi sesama.

    “RUMAH INDUK” KONGREGASI DI SPANYOL
    “RUMAH INDUK” KONGREGASI DI ORIHUELA - ALICANTE, SPANYOL
    Seiring dengan perjalanan waktu, ’Hermanas de la Virgen María del Monte Carmelo’ yang Pusat Jenderalatnya  di Madrid – Spanyol dan Rumah Induk di Orihuela – Alicante Spanyol, kehadirannya di Indonesia semakin berkembang dan di kenal dengan nama “Vikariat Mater et Decor Carmeli’.




    Apakah anda satu dari pilihan Allah tersebut, maka dapat mulai mengkontak para Suster melalui alamat berikut :
    SEBAGIAN DARI PARA SUSTER KARMELITAS, FEBRUARI 2015


    1.  Susteran Karmelitas "Sto. Yosef" - Rumah Vikariat
    Jl.Tidar Utara No.14 Malang 65146
    (0341)566.520, 081.334.313.343, fax: (0341)558.624
    2. Susteran Karmelitas "Nuestra Señora del Perpetuo Socorro"
    Asrama Putri "Maria Bunda Karmel"
    Jl. Rinjani No. 24 Malang 65112 
    (0341) 551.181, 081.233.647.663
    Email: rinjani24@gmail.com

    3. Susteran Karmelitas "Sta. Teresia dari Kanak-Kanak Yesus”
    Asrama Mahasiswi "Serafic" 
    Jl. Pandeglang No.10 Malang 65113 
    (0341) 580.417
    Email: teresitaindo@gmail.com

    4.  Susteran Karmelitas "Sta. Maria Magdalena de Pazzi"
    Rumah Doa "Carmelitas" 
    Perum Giri Palma Karangwidoro - Kec.Dau Malang 65151 – Jawa Timur
    (0341) 580.867, 081.217.580.012
    Email: wismacarmelitas@hotmail.com

    Asrama Putri “Madre Elisea” 
    Jl. Villa Puncak Tidar N - 8 Malang 65151
    (0341) 575.561, 082.142.601.266 

    5.  Susteran Komunitas – Novisiat "Sta. Maria Bunda Karmel"
    Perum Giri Palma Karangwidoro- Kec. Dau Malang 65151 – Jawa Timur
    (0341) 573.832
    Email: novisiathcarmindo@gmail.com

    6.  Susteran Karmelitas "San Juan de la Cruz"
    Jl. Dewi Sartika No.14 Jember 68137
    (0331) 421.601, 081.973.044.551
    Email : jemberhermanas@yahoo.co.id

    7.  Susteran Karmelitas "Sta. Edith Stein"
    Jl.Jatisari No.29 Wringinagung-Jajag, Banyuwangi 65486
    (0333) 393.481, 081.559.528.070
    Email hcarmjajag@gmail.com

    8.  Susteran Karmelitas "Sta. Isabel de la Trinidad"
    Jl. Delima,  Kav. DKI Blok 126/6, Meruya Selatan - Kembangan 
    Jakarta Barat 11650,
    (021) 586.628, 081.311.569.444
    Email : hcarmtrinidad@hotmail.com

    9.  Susteran Karmelitas "Sta. Teresa de Avila"
    Jl. Sisingamangaraja Atas No.37, Kab. Dairi - Sumbul Sumatera Utara 22281
    (0627) 450.363, 081.260.914.164
    Email : carmelitassumbul@gmail.com

    10.  Susteran Karmelitas "Sta. Ana" 
    Biara Karmel Kota Uneng, Wairklau Maumere 86113 Flores - N T T
    0821.450.371.07
    Email :  hcarmflores@hotmail.co.id


    Alamat Situs H.Carm: http://www.hcarm-orihuela.com sedangkan Blogspot H.Carm di Indonesia adalah : http://hcarmindonesia.blogspot.com 
    Escudo Carmel
    Escudo Carmel

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar